Perbedaan Es Krim dan Gelato yang Masih Sering Dianggap Sama, Ternyata Berbeda!
Sering dianggap sama, ternyata es krim dan gelato berbeda! Pelajari perbedaan bahan, tekstur, rasa, hingga tips memilih camilan dingin yang pas di sini.
Es krim dan gelato sering dianggap sebagai makanan penutup yang sama. Keduanya sama-sama dingin, manis, dan tersedia dalam berbagai rasa yang menggugah selera. Tidak sedikit orang yang bahkan menyebut semua makanan penutup beku sebagai es krim, padahal belum tentu demikian. Padahal, jika diperhatikan lebih jauh, es krim dan gelato memiliki banyak perbedaan, mulai dari bahan, cara pembuatan, tekstur, hingga cita rasanya. Di Indonesia sendiri, es krim jauh lebih mudah ditemukan. Hampir setiap minimarket menjual es krim dalam berbagai merek dan bentuk, mulai dari stik, cone, cup, hingga literan. Sementara itu, gelato biasanya hanya dijual di gerai khusus dan lebih identik dengan suasana kafe atau tempat wisata kuliner. Lalu, sebenarnya apa yang membedakan es krim dan gelato? Mengapa rasa gelato terasa lebih beragam, tetapi es krim justru lebih populer? Apakah gelato memang lebih sehat? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu Es Krim dan Gelato?
Meski sama-sama termasuk makanan penutup beku, es krim dan gelato sebenarnya bukanlah makanan yang sama. Keduanya memang dibuat dari bahan dasar susu dan sama-sama disajikan dalam keadaan dingin, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Es krim merupakan hidangan penutup yang populer di berbagai negara. Bahan utamanya biasanya terdiri dari susu, krim susu (bagian susu dengan kandungan lemak lebih tinggi), gula, serta berbagai bahan perasa seperti cokelat, vanila, buah, atau kacang-kacangan. Saat proses pembuatannya, adonan diaduk dengan kecepatan cukup tinggi sehingga banyak udara masuk ke dalam campuran. Udara tersebut membuat tekstur es krim menjadi lebih ringan, lembut, dan mengembang. Sementara itu, gelato berasal dari Italia. Sekilas tampilannya memang mirip es krim, tetapi cara pembuatannya sedikit berbeda. Gelato menggunakan lebih banyak susu dan lebih sedikit krim susu sehingga kandungan lemaknya umumnya lebih rendah dibandingkan es krim. Adonannya juga diaduk lebih lambat sehingga udara yang masuk lebih sedikit. Itulah sebabnya gelato memiliki tekstur yang lebih padat, halus, dan terasa lebih lembut saat dinikmati.
Perbedaan Es Krim dan Gelato yang Paling Terasa
Banyak orang sulit membedakan keduanya hanya dari penampilan. Padahal, ada beberapa ciri yang cukup mudah dikenali. Perbedaan pertama terletak pada kandungan lemak. Es krim umumnya mengandung lebih banyak krim sehingga kadar lemaknya lebih tinggi. Sebaliknya, gelato lebih banyak menggunakan susu sehingga kadar lemaknya cenderung lebih rendah. Perbedaan kedua adalah jumlah udara yang masuk saat proses pembuatan. Es krim mengandung lebih banyak udara sehingga teksturnya ringan dan sedikit mengembang. Gelato justru memiliki udara lebih sedikit sehingga terasa lebih padat dan lembut. Selanjutnya adalah suhu penyajian. Es krim disimpan pada suhu yang lebih rendah sehingga terasa lebih keras ketika baru dikeluarkan dari freezer. Gelato disajikan sedikit lebih hangat sehingga teksturnya lebih mudah disendok dan langsung meleleh di mulut. Perbedaan terakhir adalah sensasi rasa. Karena kadar lemak pada gelato lebih rendah dan suhunya tidak terlalu dingin, rasa dari bahan utama biasanya lebih mudah dikenali. Sebaliknya, es krim memberikan sensasi yang lebih creamy atau kaya susu sehingga beberapa rasa terasa lebih lembut dan tidak terlalu tajam. Meski demikian, bukan berarti salah satunya lebih baik. Keduanya memiliki karakter yang berbeda dan dibuat untuk memberikan pengalaman menikmati makanan penutup yang tidak sama.
Mengapa Rasa Gelato Terasa Lebih Beragam?
Banyak orang merasa gelato memiliki rasa yang lebih "hidup" dibandingkan es krim. Misalnya rasa pistachio, hazelnut, mangga, stroberi, kopi, teh hijau, bahkan keju, sering kali terasa lebih kuat pada gelato. Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pertama, kandungan lemak yang lebih rendah membuat rasa bahan utama tidak terlalu tertutup oleh rasa krim. Lemak memang dapat memberikan tekstur yang lembut, tetapi dalam jumlah yang tinggi juga dapat mengurangi ketajaman rasa tertentu. Kedua, gelato disajikan pada suhu yang sedikit lebih hangat. Lidah manusia sebenarnya lebih mudah mengenali rasa ketika makanan tidak terlalu dingin. Jika makanan terlalu beku, sebagian reseptor pengecap menjadi kurang sensitif sehingga rasa tidak terasa maksimal. Ketiga, banyak gerai gelato memang menjadikan variasi rasa sebagai daya tarik utama. Tidak sedikit yang menggunakan buah segar, kacang asli, cokelat berkualitas, hingga bahan-bahan musiman yang membuat pilihan rasanya terus berubah. Karena itulah, pengunjung sering menemukan rasa-rasa unik seperti lemon basil, karamel laut, teh melati, yoghurt madu, atau buah lokal yang jarang dijumpai pada es krim kemasan. Namun, perlu dipahami bahwa variasi rasa bukan berarti semua gelato menggunakan bahan alami. Sama seperti es krim, ada pula gelato yang menggunakan perisa tambahan. Jadi, kualitas bahan tetap bergantung pada masing-masing produsen.
Mengapa Es Krim Lebih Populer dan Gelato Jarang Dijual dalam Kemasan?

Jika masuk ke minimarket atau supermarket, hampir pasti kita akan menemukan freezer yang dipenuhi berbagai merek es krim. Sebaliknya, gelato masih cukup jarang dijual dalam bentuk kemasan dan lebih sering ditemukan di gerai khusus. Hal ini bukan karena gelato kurang enak atau tidak bisa dikemas, melainkan karena cara produksi, penyimpanan, dan distribusinya memang berbeda. Es krim lebih cocok diproduksi dalam jumlah besar. Setelah dibuat, es krim dapat dikemas lalu didistribusikan ke ribuan toko dengan kualitas yang relatif tetap selama disimpan dalam rantai pendingin yang baik. Kandungan lemak yang lebih tinggi serta teksturnya yang lebih ringan membuat es krim lebih stabil selama proses penyimpanan dan pengiriman. Karena itulah berbagai merek seperti Walls, Campina, Aice, Joyday, hingga Diamond mudah ditemukan hampir di seluruh Indonesia.
Sementara itu, gelato umumnya dibuat dalam skala yang lebih kecil dan dijual langsung di gerainya. Sebenarnya ada beberapa produsen yang menjual gelato dalam kemasan cup atau pint, tetapi jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan es krim. Alasannya, tekstur gelato lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Jika proses penyimpanan atau distribusinya kurang ideal, teksturnya dapat berubah menjadi lebih keras atau terbentuk kristal es sehingga kelembutannya berkurang. Oleh karena itu, banyak produsen memilih menyajikan gelato langsung kepada pelanggan agar kualitas rasa dan teksturnya tetap optimal. Selain menjaga kualitas, menjual gelato di gerai juga memberikan keleluasaan untuk menawarkan banyak pilihan rasa yang dapat berganti secara berkala. Pengunjung pun bisa memilih bahkan mencicipi beberapa varian sebelum membeli. Di sisi lain, masyarakat Indonesia juga sudah sangat akrab dengan es krim sejak kecil karena mudah ditemukan di sekolah, minimarket, supermarket, hingga berbagai acara keluarga. Kombinasi kemudahan distribusi, harga yang lebih terjangkau, dan ketersediaan yang luas inilah yang membuat es krim jauh lebih populer dibandingkan gelato.
Mengapa Harga Gelato Biasanya Lebih Mahal?
Tidak sedikit orang terkejut ketika mengetahui harga satu porsi gelato bisa dua hingga tiga kali lipat dibandingkan es krim kemasan. Ada beberapa faktor yang memengaruhinya. Pertama, banyak gerai gelato menggunakan bahan baku berkualitas, seperti buah asli, kacang pistachio, cokelat premium, atau kopi pilihan. Harga bahan-bahan tersebut tentu lebih tinggi dibandingkan perisa yang diproduksi secara massal. Kedua, produksi gelato umumnya dilakukan dalam skala lebih kecil. Biaya produksi per porsinya menjadi lebih tinggi dibandingkan es krim pabrikan yang diproduksi dalam jumlah sangat besar. Ketiga, gerai gelato biasanya menjual pengalaman, bukan sekadar makanan penutup. Pengunjung datang untuk menikmati suasana, memilih berbagai rasa, bahkan mencoba beberapa sampel sebelum membeli. Biaya operasional gerai inilah yang ikut memengaruhi harga jual. Meski demikian, harga mahal tidak selalu berarti kualitasnya pasti lebih baik. Ada juga es krim premium yang menggunakan bahan berkualitas tinggi, begitu pula ada gelato yang dijual dengan harga lebih terjangkau.
Mana yang Lebih Sehat?
Pertanyaan ini sebenarnya tidak memiliki jawaban mutlak. Gelato sering disebut lebih sehat karena umumnya mengandung lebih sedikit lemak dibandingkan es krim. Namun, bukan berarti kandungan gulanya selalu lebih rendah. Beberapa gelato justru memiliki kadar gula yang cukup tinggi agar teksturnya tetap lembut. Sebaliknya, es krim memang biasanya mengandung lemak lebih banyak karena penggunaan krim susu. Akan tetapi, kandungan gizinya juga bergantung pada jenis produk. Ada es krim rendah gula, rendah lemak, maupun tinggi protein yang kini mulai banyak tersedia di pasaran. Jadi, jika hanya melihat nama produknya, kita tidak bisa langsung menyimpulkan mana yang lebih sehat. Yang lebih penting adalah memperhatikan komposisi, ukuran porsi, serta seberapa sering makanan tersebut dikonsumsi. Baik es krim maupun gelato tetap termasuk makanan penutup yang umumnya mengandung gula tambahan. Karena itu, keduanya sebaiknya dinikmati sebagai camilan sesekali, bukan sebagai makanan utama setiap hari.
Tips Bijak Menikmati Es Krim dan Gelato
Tidak ada salahnya menikmati es krim atau gelato. Keduanya bisa menjadi makanan penutup yang menyenangkan, terutama saat cuaca sedang panas atau ketika berkumpul bersama keluarga dan teman. Agar tetap seimbang, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan. Pilih porsi secukupnya dan hindari kebiasaan mengonsumsi beberapa porsi sekaligus. Jika sudah menikmati makanan atau minuman manis di hari yang sama, pertimbangkan untuk tidak menambah camilan manis lainnya. Selain itu, usahakan tetap mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari. Buah, sayur, protein, serta air putih tetap memiliki peran yang jauh lebih penting dibandingkan makanan penutup. Jika memungkinkan, nikmati es krim atau gelato sebagai bagian dari momen spesial, bukan sebagai kebiasaan harian. Dengan begitu, kenikmatannya tetap terasa tanpa harus mengganggu pola makan secara keseluruhan.
Rekomendasi Gelato di Bandung

Bagi yang berada di Bandung atau ingin mencoba gelato di Bandung, ada beberapa tempat yang cukup populer. Salah satunya adalah Let's Go Gelato, yang dikenal memiliki banyak pilihan rasa, mulai dari cokelat, buah-buahan, hingga berbagai kreasi unik yang terus berganti. Tempat ini juga sering menjadi tujuan wisata kuliner karena suasananya yang nyaman. Gerai ini berlokasi di Jl. Bengawan No.29, Cihapit, Bandung. Jika anda ingin ke sini, Anda sebaiknya datang di antara pukul 10.00-21.00 WIB hari apa saja.

Pilihan lainnya adalah Gia Gelato. Gerai ini berlokasi di Jl. Pasir Kaliki No.158C, Cicendo, Bandung. Gerai ini buka setiap hari dari pukul 11.00 hingga 21.00 WIB. Gerai ini menawarkan beragam rasa dengan tekstur yang lembut dan pilihan menu yang cukup lengkap. Tidak sedikit pengunjung yang datang kembali untuk mencoba rasa-rasa baru yang tersedia secara berkala.
Sementara itu, untuk es krim, masyarakat Indonesia sudah memiliki banyak pilihan karena hampir semua minimarket dan supermarket menjual berbagai merek serta varian rasa yang mudah ditemukan.
Es Krim atau Gelato, Pilih Sesuai Selera
Pada akhirnya, perdebatan mengenai mana yang lebih enak antara es krim dan gelato sebenarnya kembali kepada selera masing-masing. Ada yang lebih menyukai tekstur es krim yang ringan dan creamy, sementara yang lain lebih menyukai gelato karena rasa bahannya terasa lebih kuat dan teksturnya lebih padat. Perbedaan keduanya bukan berarti salah satunya selalu lebih unggul. Es krim memiliki kelebihan dari segi ketersediaan, harga yang lebih terjangkau, dan pilihan produk yang sangat beragam. Di sisi lain, gelato menawarkan pengalaman menikmati makanan penutup dengan cita rasa yang lebih menonjol dan tekstur yang khas. Apa pun pilihannya, yang paling penting adalah menikmatinya secara bijak. Es krim maupun gelato sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang selama tidak dikonsumsi secara berlebihan. Sesekali menikmati satu atau dua scoop gelato, atau membeli es krim favorit saat cuaca sedang panas, tentu bukan masalah. Justru dengan menjaga porsi dan frekuensi konsumsi, kita tetap bisa menikmati makanan favorit tanpa mengabaikan kesehatan.