Rekomendasi 5 Comfort Food untuk Sarapan di Yogyakarta
Ada beragam menu makanan di Yogyakarta yang bisa dicoba saat sarapan. Beberapa rekomendasi dalam tulisan ini mudah ditemukan serta punya harga terjangkau.
Nasi gudeg memang jadi salah satu makanan yang ramai dicari oleh wisatawan saat berkunjung ke Kota Pelajar. Lumrah, sebab gudeg merupakan kuliner khas Yogyakarta yang sudah terkenal mendunia. Citarasanya manis legit, terbuat dari buah nangka yang empuk dan lumer di mulut. Ditambah telur bebek yang diungkep bersama rempa-rempah, sambal krecek yang pedas, dan nasi hangat, membuat gudeg cocok dikonsumsi dalam berbagai situasi, termasuk sarapan. Mengingat juga, sejak pagi, banyak orang mulai menjajakan gudeg. Jiika terus bertahan dengan menu yang sama selama beberapa waktu, tentu akan timbul rasa bosan. Pasti ada keinginan untuk mencoba menu makan baru yang lebih nikmat. Walaupun, saat pagi terkendala minimnya tempat makan yang buka. Namun, kalau kamu sedang di Yogyakarta, tidak perlu takut akan kelaparan, sebab ada comfort food lain yang cocok sekali digunakan sebagai ganjalan perut di pagi hari sebelum beraktivitas. Kamu pun bisa menemukannya di lapak penjual pinggir jalan, di mana saja.
Rekomendasi list-nya ada di bawah, ya!
Soto

Gudeg memang jadi primadona di Yogyakarta dan sekitarnya, tapi popularitas soto tak kalah kondangan. Bisa dibilang, soto merupakan comfort food yang bisa dinikmati selama 24 jam. Di Yogyakarta sendiri, warung-warung soto sudah beroperasi sejak pagi. Tujuannya jelas, mereka ingin memberikan alternatif dan kemudahan bagi orang-orang yang tidak sempat sarapan di rumah. Soto, sebuah hidangan yang sudah memiliki asupan lengkap dan cukup untuk bekal energi berkegiatan. Biasanya terdapat isian nasi, kubis, kecambah, tomat, bihun, dan suwiran daging ayam atau sapi. Disiram kuah berwarna kekuningan yang light, tapi tetap menunjukan rempah-rempah di dalamnya. Di meja-meja lapak soto, kerap kal dijumpai pula side dish sate usus, sate hati, sate ampela, gorengan, hingga perkedel. Beberapa tempat menawarkan penambahan lenthok atau perkedel tapi bahan dasar pembuatannya dari singkong. Ditambah lagi teh hangat serta suasana ramah di kota ini. Harga satu porsinya juga tidak mahal, sekitar Rp 8.000 sampai Rp 12.000 saja. Meskipun, total akhirnya bisa berubah, tergantung kamu mengambil jajanan apa lagiyang disajikan oleh penjual soto.
Nasi Kuning

Kalau bicara sarapan tidak lengkap tanpa menyebut nasi kuning. Sebenarnya menu ini juga populer di tempat lain, lho, hanya saja di Yogyakarta, hampir setiap tempat pasti ada yang jual. Untuk sarapan, biasanya lapak nasi kuning sudah mulai menata dagangannya sejak pukul lima pagi atau setengah enam. Biasanya, satu porsi nasi kuning reguler diisi nasi kuning, kering tempe, bihun, sedikit abon, telur dadar iris, dan sambal. Porsi yang cukup mengenyenangkan bisa kamu dapatkan dari harga Rp 5000 saja, tapi tentu lain tempat akan lain harga. Kalau terasa plain dan kurang bernutrisi, kamu bisa menambahkan lauk pauk yang kerap kali dibawa oleh para penjual nasi kuning. Lauk pauknya meliput ayam goreng, telur balado, telur kecap, telur ceplok, tempe, tahu, hingga gorengan. Namun, kamu harus ingat kalau tambah lauk maka harus tambah harga. Sarapan nasi kuning ini bisa jadi solusi yang pas kalau sedang berada di Yogyakarta tapi bosa dengan menu sehari-hari. Orang-orang pun sering menjadikan nasi kuning ini sebagai bekal untuk ke kantor atau sekolah karena dianggap praktis dan bisa dikonsumsi sampai siang.
Nasi Uduk

Nasi uduk tidak hanya ditemukan di wilayah Jabodetabek saja. Memang, makanan ini familiar di kawasan tersebut. Namun, faktanya nasi uduk juga bisa ditemukan di Yogyakarta. Saat ini sudah banyak masyarakat lokal yang berinovasi dengan menjajakan nasi uduk. Sama seperti nasi kuning, orang-orang memilih nasi uduk karena dianggap praktis dan bisa bertahan agak lama. Nasi uduk identik dengan citarasa gurih serta aroma wangi yang berasal dari santan. Teksturnya pun terlihat pera, tapi aslinya tetap empuk. Menu nasi uduk secara normal akan diisi nasi gurih, bihun goreng, tempe kering, dan sambal kacang. Kemudian ditambah taburan bawang goreng agar rasanya semakin mantap. Kalau di Yogyakarta, khusus sambal memang diganti jadi sambal bawang yang lebih pedas dan medok. Ada juga yang menggunakan samba tomat yang rasanya lebih manis dan masam. Nasi uduk tidak lengkap tanpa adanya lauk tambahan, misalnya telur, ayam, atau daging. Gorengan tempe, bakwan, tahu isi pun tidak lupa ketinggalan. Satu porsi nas uduk di kota ini dibanderol dari harga Rp 8.000 saja, lho. Nasi uduk bisa jadi pilihan murah, mudah, dan sat-set.
Nasi Brongkos

Menu sarapan kerap diisi dengan hidangan yang tidak terlalu berat, tapi tetap berisi dan padat energi. Sebab, tujuan sarapan adalah memberikan tenaga untuk menjalankan aktivitas sampai sesi makan berikutnya, meskipun tidak ada salahnya kalau mencoba sesuatu yang sedikit berat sesekali, terlebih ketika ada di Yogyakarta. Selain gudeg, brongkos juga jangan sampai hilang dari list kuliner yang ingin dicoba. Brongkos adalah makanan tradisional bersantan yang berwarna hitam. Warna hitam ini berasal dari rempah-rempah kluwak. Bahan utama dari brongkos sendiri yaitu daging sapi atau tetelan, kacang tolo, tahu, dan telur rebus. Rasanya begitu kompleks, perpaduans seimbang antara pedas, manis, dan gurih. Hampir mirip rawon, tapi brongkos menggunakan santan, sehingga rasanya lebih pekat. Banyak warung-warung makan yang menyediakan brongkos untuk sarapan. Beberapa di antaranya bahkan sudah viral, contohnya Warung Brongkos Handayani di kawasan Alun-alun Kidul atau Brongkos Bu Rini di area Pasar Ngasem. Harga per porsinya dipatok Rp 20.000 saja.
Sate Ayam

Hidangan sate sebenarnya lebih banyak ditemukan saat malam hari. Bagaimana asap itu mengepul di jalanan, memberikan alarm orang-orang untuk mendekat dan menikmati beberapa tusuk sate. Namun, pedagang sate keliling di Yogyakarta sudah mulai menjajakan dagangannya sejak pagi, khususnya di kawasan Malioboro dan sekitarnya. Banyak orang mulai menyunggi baki satenya di atas kepala dan membuka lapaknya di sekitar trotoar. Jangan salah, macam sate yang dijual juga tidak bisa kamu temukan di pedagang sate saat malam hari. Sate yang dijual saat pagi memiliki beberapa pilihan, di antaranya sate ayam biasa, sate kere, serta uritan. Sate kere merupakan menu sate khas Solo yang setiap tusuknya bisa diisi menggunakan tempe gembus, jeroan, bahkan koyor. Namanya memang nyeleneh, tapi sate kere kini jadi salah satu buruan para wisatawan. Kemudian ada uritan atau bakal telur ayam yang belum sempurna. Rasanya menikmati sarapan sate pagi-pagi tentu memberikan sesnasi yang berbeda.
Beberapa menu di atas adalah menu sarapan yang bisa ditemui dengan mudah di wilayah Yogyakarta. Tidak ada salahnya mencoba hidangan baru untuk memulai hari saat mulai bosan akan menu monoton. Sarapan adalah momen yang penting sebagai permulaan aktivitas. Maka dari itu, jangan sampai terlewat dan tetap isi sesi tersebut dengan menu yang mengandung gizi seimbang.
Featured image: pexels.com/Dedi Kurniawan Mudrofa