Rekomendasi Susu Protein Nabati, Pengganti Susu Protein Hewani
Tidak semua orang bisa menikmati protein hewani dalam susu, oleh karena itu mereka mencari alternati menggunakan susu yang dibuat dari tumbuhan. Beberapa rekomendasinya bisa kamu coba.
Susu menjadi salah satu produk makanan yang dijadikan sebagai sumber protein dan kalsium setiap hari yang baik untuk pertumbuhan. Susu lumrahnya memang terbuat dari hewan, seperti sapi, kambing, dan kuda. Namun, di dunia yang luas dengan berbagai bentuk manusia di dalamya, terdapat sejumlah orang yang tidak bisa mengonsumsi produk protein hewani karena alergi, sehingga mereka harus mencari alternatif lain. Tumbuhlah perkembangan dimana orang-orang mulai membuat susu nabati yang terbuat dari buah atau biji-bijian. Susu nabati dianggap lebih bersahabat di pencernaan orang. Selain itu, susu dari protein nabati punya rasa yang lebih light, rendah lemak, serta rasa gurih nutty. Walaupun harganya memang agak mahal karena pemrosesan atau bahan bakunya lumayan tinggi, tapi susu nabati sering dicari ketika seseorang ingin melakukan diet.
Nah, kamu mau coba minum susu nabati untuk kebutuhan harian? Yuk, cek di bawah!
Susu Kedelai (Soya Milk)

Produk pertama yang mudah sekali dicari yaitu susu kedelai. Kamu bisa menemukan susu kedelai hampir di semua tempat berjualan, seperti pasar, swalayan, supermarket, bahkan warung-warung kecil. Produsen susu kedelai memang lebih suka mendistribusikan produknya ke tempat-tempat sederhana yang mudah dijangkau warga. Dari rasa, tentu susu kedelai lebih hambar, ada hint sedikit gurih, serta aroma khas kacang yang kencang. Teksturnya bisa encer, bisa kental, tergantung dari proses pembuatannya. Sejumlah penjual menambahkan pewarna dan perisa makanan, seperti stroberi, cokelat, dan pandan, untuk menarik pembeli. Di samping itu, susu kedelai punya nutrisi yang menarik sebab bisa dibilang mirip susu sapi. Jumlah protein pada susu kedelai mencapai 8 grap per sajiannya. Kemudian dalam produk ini pun mengandung asam amino esensial, vitamin B12, Vitamin B2, Vitamin D, fosfor, dan kalsium. Susu kedelai bisa dinikmati langsung atau dicampur dengan minuman lain, misalnya kopi, the, jus, atau lainnya. Menariknya, harga susu kedelai ini bisa dibilang sangat terjangkau. Di pasaran, kamu bisa menemukan susu kedelai mulai dari Rp 5.000 saja per botol. Namun, cari yang tanpa gula agar lebih sehat.
Susu Oat (Oat Milk)

Susu nabati selanjutnya pun tidak kalah familiar, khususnya kamu yang sering nongkrong di coffee shop kekinian. Sering kali terlampir dalam menu yang tersaji yaitu kopi susu yang diganti dengan oat. Susu oat termasuk protein nabati yang terbuat dari biji oat. Biasanya, biji oat dikonsumsi langsung atau dicampur dengan bahan lain, seperti yoghurt, buah, atau susu sapi. Namun, ternyata, oat bisa diekstrak dan dibuat menjadi susu. Dari segi rasa, tentu lebih nutty, manis, dan tidak terlalu berat. Aftertaste-nya bisa clean dan ringan di mulut. Sedangkan dari segi nutrisi, oat mengandung protein, karbohidrat, juga serta larut beta glukan yag mampu menurunkan kolesterol serta gula darah. Hanya saja, oat punya nilai kalori yang hampir sama dengan susu sapi, jadi tidak terlalu cocok jika dikonsumsi ketika diet. Susu oat bisa dikonsumsi langsung, dicamput sereal, smoothie, atau kopi. Kalau kamu membeli susu oat kemasan, sebaiknya cek lebih dulu komposisinya apakah diberi gula tambahan atau tidak. Kamu harus hati-hati karena rasa manisnya bisa bertambah jika gulanya tambahannya pun tinggi.
Susu Almond (Almond Milk)

Kalau susu yang satu ini juga pasti sudah terkenal dimana-mana. Susu almond pun kerap ditemui di jajaran rak susu swalayan atau supermatket. Susu almond memang dapat dikatakan sedikit ekslusif karena bahan bakunya yang harganya lumayan tinggi. Kacang almond sendiri dibanderol mahal untuk perkilonya, jadi berpengaruh pada produk-produk turunannya. Rasa dari susu almond lebih nutty, ada rasa khas yang tidak bisa ditemukan di susu nabati lain. Aromanya begitu wangi dari kacang almond, membuat produk susunya semakin digemari. Aftertaste-nya sangat clean, hampir tidak meninggalkan bekas di rongga mulut. Dari segi nutrisi, susu almond rendha akan kalori, tapi tinggi protein. Susu ini juga kaya vitamin E yang mampu membebaskan jantung dari lemak jahat. Susu almond juga sering ditambah vitamin D, vitamin A, dan kalsium, sangat aman dikonsumsi segala usia. Susu almond sangat cocok dikonsumsi harian, khususnya buat kamu yang sedang program diet, campuran teh, kopi, atau kue.
Santan (Coconut Milk)

Ada yang belum tahu kalau santan termasuk kategori susu?
Santan memang kategori susu nabati yang terbuat dari daging buah kelapa dan air. Cara pembuatan santan pun sangat mudah, cukup ambil daging buah kelapa dan parut sampai berbentuk seperti serat. Kemudian, campurkan dengan air. Peras parutan kelapa hingga mengeluarkan air berwarna putih pekat. Tekstur dari santan sendiri mengikuti seberapa banyak air yang digunakan, bisa kental atau encer. Berbicara tentang santan mentah, rasanya gurih dan aromanya wangi menyegarkan, khas kelapa. Orang-orang kerap menambahkan sedikit garam dan pandan untuk menonjolkan keduanya. Hnya saja, santan tidak umum dikonsumsi secara langsung. Jenis susu ini justru lebih lumrah dijadikan sebagai campuran makanan lain, misalnya membuat kue, dawet, rendang, dan sebagainya. Dari segi nutrisi, santan mengandung senyawa fenolik yang tinggi. Sayangnya, susu mengandung kalori dan lemak yang tinggi, jadi untuk para penderita kolesterol harus berhati-hati. Untuk orang yang sedang dalam masa diet pun tidak disarankan mengonsumsi santan terlalu banyak, apalagi jika sudah dihangatkan berulang kali.
Susu Beras (Rice Milk)

Ada banyak jenis biji di dunia yang bisa dimanfaatkan menjadi susu, termasuk beras. Bahan baku utama susu beras tentunya adalah beras yang berasal dari biji tumbuhan padi. Susu ini dianggap paling aman karena minim sekali menimbulkan alergi. Bisa dibilang, susu beras sangat cocok dikonsumsi oleh penderita intoleransi laktosa, intoleransi gluten, asam lambung, alergi protein hewani, alergi kedelai, dan sebagainya. Susu beras punya tekstur yang lebih encer, tapi rasanya manis. Jumlah kalorinya cukup besar, hampir sama dengan susu sapi, jadi ketika dikonsumsi bisa memberikan rasa lebih nyaman. Namun, protein yang yang dikandungnya turut sedikit, karena beras memang kaya akan karbohidrat. Di samping itu, susu beras memiliki indeks glikemik tinggi. Minum susu beras bisa dibayangkan sama dengan makan nasi, sehingga tidak baik dikonsumsi terlalu sering, apalagi bagi pengidap penyakit diabetes. Walaupun susu beras memang untuk allergen, tetapi dampaknya berujung ke hal lain. Disarankan memilih susu lain ketika sudah dirasa berlebihan.
Nah, itu dia beberapa susu dengan protein nabati yang sangat aman dikonsumsi. Susu protein nabati dibuat dari ekstrak biji-bijian atau tumbuhan. Beberapa ada yang memiliki harga mahal, seperti susu almond, tapi ada juga yang murah meriah, seperti susu kedelai. Setiap jenis susu mengandung nutrisi yang berbeda-beda, meskipun tidak setinggi susu protein hewani. Kamu bisa menjajal susu nabati juga punya alergi tertentu dan ingin mencoba hidup sehat. Selalu cek komposisi susu di balik kemasan untuk mengetahui informasi yang lebih lengkap.
Featured image: pexels.com/cottonbro studio