Thea News
Ada di Sekitarmu // 2026 Yusham

Sebelum Benar-Benar Jadi Dongeng:
5 Buah Eksotis Indonesia yang Nyaris Punah

Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati terbesar di dunia, terutama untuk komoditas buah-buahan tropis. Namun, modernisasi pertanian, alih fungsi lahan, dan perubahan preferensi konsumsi masyarakat membuat banyak buah lokal kini berada di ambang kepunahan.

Buah-buah eksotis yang dahulu dengan mudah ditemukan di pekarangan rumah atau pasar tradisional, kini perlahan bertransformasi menjadi sekadar dongeng masa lalu bagi generasi muda. Kehilangan varietas buah lokal bukan sekadar kehilangan bahan pangan, melainkan juga erosi identitas budaya dan kekayaan genetika nusantara. 

 

Banyak dari buah-buahan langka ini memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi serta senyawa antimikroba alami yang belum dieksplorasi secara maksimal. Tanpa adanya upaya konservasi yang masif dan terintegrasi, beberapa tahun ke depan kita mungkin hanya bisa menyaksikan nama-nama buah ini di dalam buku ensiklopedia keanekaragaman hayati.

 

Melalui artikel ini, kita akan menjelajahi kembali lima buah asli Indonesia yang statusnya kini sudah sangat langka dan sulit ditemui di habitat aslinya. Pengenalan kembali varietas ini diharapkan mampu memantik kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian flora nusantara.

 

Buah Gowok (Kepa)

 

Wikipedia

 

Buah gowok, atau yang sering disebut juga dengan nama kepa atau kupa, merupakan buah asli Indonesia yang termasuk dalam suku jambu-jambunan (Myrtaceae). Pohon gowok umumnya tumbuh liar di hutan-hutan sekunder atau ditanam di pekarangan rumah-rumah pedesaan di Jawa dan Kalimantan. Buah ini berbentuk bulat kekuningan hingga ungu gelap kehitaman saat matang, dengan diameter yang relatif kecil sekitar 2 hingga 3 sentimeter.

 

Rasa buah gowok cenderung masam segar dengan sedikit rasa sepet, menjadikannya sangat cocok sebagai bahan campuran rujak atau sirup tradisional. Berdasarkan laporan inventarisasi plasma nutrisi yang dirilis oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, populasi pohon gowok terus menyusut drastis akibat penebangan pohon secara liar dan kurangnya minat masyarakat untuk membudidayakannya kembali secara komersial karena nilai ekonominya kalah saing dengan buah impor.

 

Ditinjau dari segi kesehatan, buah gowok sebenarnya menyimpan potensi medis yang cukup menjanjikan bagi dunia farmasi. Daging buahnya mengandung senyawa flavonoid dan polifenol tinggi yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk menangkal radikal bebas di dalam tubuh manusia. Kurangnya penelitian lebih lanjut membuat potensi besar dari buah kepa ini tenggelam di bawah bayang-bayang popularitas buah-buahan modern.

 

Buah Gandaria

 

Wikipedia

 

Gandaria (Bouea macrophylla) adalah buah eksotis yang menjadi flora identitas Provinsi Jawa Barat, meskipun keberadaannya kini sudah sangat sporadis. Buah ini memiliki bentuk menyerupai mangga dalam versi mini dengan warna hijau saat muda dan berubah menjadi kuning jingga terang ketika sudah matang pohon. Pohon gandaria berukuran besar dan rindang, sering kali dimanfaatkan sebagai peneduh pekarangan rumah pada masa lampau.

 

Saat masih muda, gandaria sering digunakan sebagai bahan campuran sambal tradisional karena rasa masamnya yang tajam dan aromanya yang sangat khas. Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat bahwa buah gandaria memiliki kandungan air yang tinggi serta kaya akan vitamin C dan serat. Komposisi kimia ini sangat baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan serta meningkatkan sistem imunitas tubuh secara berkala.

 

Faktor utama yang menyebabkan gandaria menjadi langka adalah lambatnya masa pertumbuhan pohon hingga siap berbuah untuk pertama kalinya. Petani lokal cenderung memilih menanam komoditas yang memberikan keuntungan finansial lebih cepat, seperti mangga komersial atau kelengkeng. Akibatnya, pohon gandaria tua yang tumbang jarang sekali digantikan dengan bibit baru yang sepadan.

 

Buah Mundu

 

https://ponggok.desa.id/

 

Buah mundu (Garcinia dulcis) merupakan kerabat dekat dari buah manggis, namun memiliki penampilan visual dan karakteristik rasa yang bertolak belakang. Buah yang sering disebut sebagai "manggis jawa" ini berbentuk bulat dengan ujung agak meruncing dan kulit buah berwarna kuning cerah yang halus. Ketika dikupas, daging buahnya berwarna kuning pekat dengan tekstur yang sedikit renyah namun berair.

 

Rasa dari buah mundu adalah perpaduan antara manis dan masam yang sangat kuat, sehingga buah ini sering diolah menjadi selai, dodol, atau campuran jamu tradisional. Menurut catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), habitat alami pohon mundu di hutan-hutan Jawa dan Bali sudah mengalami degradasi yang cukup parah akibat perluasan area pemukiman dan lahan pertanian monokultur.

 

Selain buahnya yang menyegarkan, bagian kulit batang dan kayu pohon mundu di masa lalu sering dimanfaatkan oleh perajin sebagai pewarna alami untuk kain batik tradisional. Kehilangan pohon mundu di alam liar tidak hanya memutus rantai makanan bagi fauna hutan, tetapi juga menghilangkan salah satu elemen penting dalam tradisi kebudayaan tekstil nusantara.

 

Buah Kemang

 

https://validnews.id/

 

Kemang (Mangifera kemanga) adalah tanaman buah sejenis mangga yang memiliki aroma wangi yang sangat tajam dan menusuk hidung. Buah ini berbentuk bulat lonjong dengan kulit buah berwarna cokelat kekuningan atau kehijauan yang cenderung kusam saat matang. Daging buah kemang berwarna kuning pucat, berserat banyak, dan mengandung kadar air yang sangat melimpah jika dibandingkan dengan mangga biasa.

 

Rasa masam manis yang ekstrem membuat kemang sangat digemari sebagai bahan dasar pembuatan sambal kemang, rujak, serta minuman penyegar dahaga. Riset yang dipublikasikan dalam Jurnal Hortikultura menunjukkan bahwa pohon kemang umumnya tumbuh subur di tepi-tepi sungai atau daerah dengan tingkat kelembapan tanah yang tinggi. Keberadaannya kini terancam punah karena banyak daerah aliran sungai yang mengalami betonisasi dan pencemaran lingkungan.

 

Upaya domestikasi tanaman kemang tergolong sangat minim karena pohonnya membutuhkan ruang yang luas dan waktu bertahun-tahun untuk menghasilkan buah. Kurangnya edukasi kepada generasi muda mengenai keberadaan buah ini membuat permintaan pasar domestik terus menurun secara signifikan setiap tahunnya.

 

Buah Menteng (Kepundung)

 

Wikipedia

 

Buah menteng atau kepundung (Baccaurea racemosa) dahulu merupakan buah yang sangat populer di kawasan Batavia dan sekitarnya, bahkan diabadikan menjadi nama salah satu kawasan elit di Jakarta. Buah ini tumbuh dalam dompolan besar mirip dengan buah duku, dengan kulit buah berwarna hijau kekuningan hingga kemerahan. Daging buahnya yang tipis membungkus biji besar yang memiliki rasa masam manis berair.

 

Meskipun ukurannya kecil, buah menteng kaya akan kandungan zat besi, kalsium, dan vitamin A yang penting untuk kesehatan mata serta pembentukan sel darah merah. Dalam kajian botani yang dirilis oleh Universitas Indonesia, disebutkan bahwa pohon menteng memiliki struktur kayu yang kuat, namun populasinya di wilayah perkotaan telah habis akibat pembangunan infrastruktur yang masif selama beberapa dekade terakhir.

 

Saat ini, buah menteng hanya bisa dijumpai secara tidak sengaja di pasar-pasar loak pinggiran kota atau di dalam kawasan konservasi botani. Mengonsumsi buah menteng kini menjadi sebuah kemewahan nostalgia bagi generasi tua, sekaligus menjadi tanda tanya besar bagi generasi muda yang belum pernah melihat bentuknya secara langsung.

 

Daftar Referensi

  • Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Laporan Tahunan Inventarisasi Plasma Nutfah Buah Eksotis Indonesia. Solok.
  • Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kandungan Nutrisi dan Potensi Farmakologi Buah Langka Nusantara. Jakarta.
  • Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Status Konservasi Flora Terancam Punah di Kawasan Hutan Jawa. Jakarta.
  • Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura. Jurnal Hortikultura: Studi Habitus dan Domestikasi Tanaman Mangifera Kemanga. Bogor.
  • Departemen Biologi Universitas Indonesia. Kajian Etnobotani Tanaman Buah Pekarangan yang Terasingkan di Wilayah Urban. Depok.

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Snackpacking: Gaya Liburan Kuliner ala Gen Z yang Sedang Viral di 2026

Next Entry

Fakta Menarik Angkringan, Kearifan Lokal yang Telah Berkembang

Next Entry

Apa Itu QR Code? Mengenal Cara Kerja, Fungsi, Manfaat, hingga Tips Menggunakannya dengan Aman