Thea News
Ada di Sekitarmu // 2026 Lea

Tentang Matcha:
Beda Grade, Beda Karakter, Beda Rasa

Matcha tak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari masyarakat dunia. Dari luar, matcha tampak sama saja, misalnya berwarna hijau dan terasa pahit. Namun, perlu kamu ketahui bahwa tidak semua matcha sama. Ada grade yang membedakan bagaimana karakter dan rasa yang diberikan.

Popularitas matcha hingga 2026 ini tetap bertahan di jajaran atas minuman Indonesia. Semakin banyak café, restoran, atau kedai-kedai yang menjadikan matcha sebagai menu unggulan. Keberadaan matcha kian meluas, diterima secara baik oleh seluruh kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa.

 

Matcha adalah teh hijau asal Jepang yang sudah berbentuk bubuk. Namun, matcha bukanlah green tea karena keduanya memiliki karateristik yang berbeda, dari segi rasa, bentuk, dan proses pembuatan. Jadi, meskipun sama-sama hijau, matcha tidak bisa disamakan dengan green tea.

 

Matcha seolah menjadi barang prestisius yang diburu oleh orang-orang. Hal inipun berpangruh pada harga yang dibanderol untuk setiap porsi matcha. Mungkin kamu pernah menemukan harga matcha yang hanya puluh ribuan atau juga ratus ribuan. Tentu hal ini didasari dengan sejumlah alasan, salah satunya adalah grade dari matcha itu sendiri.

 

Ada tipe-tipe atau grade yang membedakan satu matcha dengan matcha lain. Tidak semua matcha punya tingkatan yang sama. Grade matcha ini dibagi menjdi beberapa jenis, yaitu ceremonial, premium, dan culinary grade.

 

Ceremonial Matcha

 

Source: pexels.com/Hatice Kesnik

 

Grade tertinggi dari jenis-jenis matcha adalah ceremonial. Karateristik umumnya lebih lembut, halus, dan rasa yang clean. Dalam kebudayaan Jepang, jenis matcha ini adalah pilihan untuk melaksanakan upacara minum the baik usucha (encer) maupun koicha (kental).

 

Perbedaan antara ceremonial grade matcha dengan yang lain tidak bisa hanya dilihat dari warnanya saja. Kamu juga harus tahu, bagaimana bubuk matcha dibuat. Untuk ceremonial grade sendiri menggunakan pucuk daun paling muda yang ditanam dengan sistem shade-grown. Pucuk teh yang sudah dipanen, akan dihancurkan menggunakan batu secara perlahan sampai teksturnya berubah dan mengeluarkan aroma khas. Itulah sedikit hal yang membuat ceremonial grade matcha punya harga jual tinggi.

 

Ceremonial grade matcha memang dikhususkan dalam upacara minum teh Jepang (chanoyou, chado, atau sado). Matcha bukan hanya sebagai minuman, tetapi mengandung filosofi penghormatan bagi tamu yang datang. Biasanya, upacara inipun dilakukan di ruangan khusus yang privat, seperti paviliun. Matcha diseduh menggunakan air secara hati-hati dan presisi, tidak bisa instan begitu saja. Jadi, memang ritual tersebut memang sangat sakral.

 

Matcha dengan grade tertinggi sebenarnya bisa kamu temukan di pasaran, walaupun memang harus merogoh kocek lebih. Hati-hati juga dengan barang palsu, karena ceremonial grade punya karakteristik yang berbeda dari grade di bawahnya. Warnanya hijau cerah kelihatan segar, teksturnya sangat halur, dan aromanya umami-manis. Pengecekan label pun bisa dilakukan untuk memastikan keabsahannya.

 

Premium Matcha

 

Source: pexels.com/Dana Garcia

 

Kalau kamu kesulitan mendapatkan ceremonial grade matcha, kamu bisa memilih premium matcha. Sejara hierarki, matcha ini berada di satu tingkat di bawah ceremonial grade. Kualitasnya masih terjamin dan rasanya tetap memanjakan lidah. Matcha ini lebih mudah didapatkan dibandingkan ceremonial grade.

 

Dari segi bentuk, matcha premium hampir sama dengan ceremonial grade, hanya saja warnanya lebih cerah. Biasanya grade ini di dpat dari panen pertama atau kedua, sehingga hasil yang di dapat masih optimal. Matcha ini cocok sekali untuk konsumsi harian. Dari segi harga, premium grade lebih mudah dijangkau, walaupun memang bervariasi. Kamu tetap bisa menemukan matcha dengan harga ratus ribuan sampai jutaan untuk mendapatkannya. 

 

Grade premium pada matcha punya karakter rasa yang lebih bold dibandingkan ceremonial grade. Matcha jenis ini memiliki hint pahit, yang sering orang katakan mirip makan rumput. Namun, ketika matcha premium dikombinasikan dengan susu atau kopi, rasanya bisa jadi lebih balance. Berbeda dari ceremonial grade yang justru rasanya lebih light dan umami, padahal warnanya jauh lebih deep

 

Matcha grade premium adalah jenis yang paling banyak digunakan untuk membuat sajian minuman. Kamu pasti tidak asing dengan menu bernama matcha latte yang pasti hampir ada di setiap kafe-kafe kekinian. Minuman ini terbuat dari seduhan matcha premium yang dicampur dengan kopi serta susu. Beberapa orang juga memilih menambahkan simple syrup untuk menyamarkan rasa pahit dari matcha. Sebab, semakin baik kualitas matcha, biasanya rasanya akan semakin pekat. 

 

Culinary Grade 

 

Source: pexels.com/Ahn Nguyen

 

Tingkatan berikutnya adalah culinary grade yang paling umum ditemukan dengan harga lebih murah. Dinamakan demikian karena memang matcha ini diperuntukkan sebagai bahan campuran makanan lain. Jadi, karakternya memang dibuat lebih strong daripada grade yang lain. 

 

Bentuk dari culinary grade matcha memang halus. Namun, warnanya lebih pekat, menjurus ke hijau tua, menandakan bahwa rasanya lebih pahit. Citarasa dari culinary grade yang seperti ini tidak akan mudah kalah dengan bahan-bahan lain ketika diolah bersama. Rasa pahit itu akan tetap melekat dalam satu hidangan yang utuh. 

 

Matcha dengan culinary grade diproses cepat menggunakan mesin-mesin canggih, tidak dipanen manual seperti ceremonial atau premium. Daun teh yang dituju adalah daun-daun tua yang berwarna hijau tua, jadi tidak heran jika hasil dari matcha tingkat ini berwarna gelap atau kekuningan. Aromanya earthy, cocok dengan deskripsi rumput yang sering terlontar. Teksturnya halus, tapi tidak sehalus dua grade sebelumnya. 

 

Harga culinary grade sangat bersahabat. Kamu bisa mendapatkan matcha jenis ini dengan mengeluarkan biaya yang tidak besar. Walaupun, culinary grade tidak bisa kamu nikmati langsung, tetapi harus dicampur dalam pembuatan kue, es krim, smoothie, atau kopi. 

 

Tiga grade matcha itulah yang kini beredar di pasaran. Tentu, kamu bisa memilih jenis matcha sesuai kebutuhan, sebab setiap tingkatan punya karakteristik masing-masing yang akan menghasilkan rasa berbeda di setiap seduhannya. Nah, tips-tips buat memilih matcha bisa kamu simak juga di sini. 

 

Pertama, kamu harus memiliki tujuan mengapa membeli matcha. Apakah ingin merasakan rasa yang autentik, daily brew, atau campuran makanan tertentu. Kalau mau merasakan rasa matcha yang umami, maka ceremonial grade adalah jawabannya. Kalau hanya sekadar diminum harian, premium grade bisa kamu tuju. Kalau mau bikin dessertculinary grade bisa dimanfaatkan. 

 

Kedua, perhatikan warna matcha yang akan kamu beli. Warna yang cerah dan segar, biasanya punya rasa yang lebih light atau umami. Sedangkan warna yang lebih pekat berarti akan teras pahit. Jika warna bubuk matcha kusam atau kekuningan, maka grade-nya rendah, rasanyapun akan kurang. 

 

Ketiga, cek label yang ditempelkan pada kemasan matcha. Setiap kemasan akan menerangkan apa tipe matcha tersebut, bagaimana pemoresannya, kapan tanggal produksi, serta tenggat expired. Jika kamu mau cari ceremonial grade, pastikan bahwa ada keterangan ditanam dengan sistem naungan atau shade-grown.

 

Matcha jadi bahan yang sudah dekat dengan masyarakat era kini. Walaupun tampak sama, tetapi masing-masing matcha punya karakter yang membedakan satu sama lain. Beda grade, beda fungsi, beda rasa, beda bentuk. Jadi, sebelum memutuskan untuk membeli matcha, pastikan dulu grade yang ingin dipilih dan tujuannya diperuntukkan untuk olahan apa. 

 

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Kebangkitan Buku Fisik: Bagaimana Gen Z Menghidupkan Ruang Komunitas Baca di Berbagai Kota

Next Entry

Kenalan dengan 5 Kuliner Aci yang Mudah Ditemui di Pinggir Jalan

Next Entry

Benarkah Otak Kanan dan Otak Kiri Harus Seimbang? Mengenal Mitos dan Faktanya