Thea News
Tips and Trikcs // 2026 Lea

Variasi Teknik Packing Barang agar Ringkas, Efektif, dan Efisien

Packing barang bawaan saat berpergian memang terkadang merepotkan. Namun, hal itu tidak akan terjadi kalau kamu tahu trik agar kopermu bisa muat banyak dengan beragam teknik ini.

Packing menjadi satu kegiatan krusial yang sering dilakukan ketika akan berpergian. Mengemas barang-barang yang dibutuhkan selama tidak di rumah menjadi hal wajib untuk menunjang aktivitas di tempat baru. Tidak jarang orang akan membawa banyak barang dan membutuhkan ruang lebih, bahkan ketika hanya pergi selama beberapa hari saja. Orang sering memanfaatkan banyak wadah untuk mendapatkan ruang. Sayangnya, jika membawa banyak tas atau koper sebagai wadah, perjalanan bisa jadi terganggu. Terlebih ketika pergi menggunakan transportasi umum, seperti pesawat, kereta, atau bus antar kota. Oleh karena itu, mengetahui bagaimana packing dengan ringkas dan aman, khususnya tentang pakaian, dapat diakses secara luas. Dua teknik yang terbukti efektif untuk mengepak barang yaitu rolling, folding, juga wrapping. Keduanya bisa diterapkan pada benda-benda tertentu dan pastinya membuat ruang yang dimiliki mampu memuat banyak. 
 

Simak tips dan trik packing ala rolling, folding, dan wrapping di bawah, ya!

 

Teknik Rolling untuk Mengisi Ruang Sempit

 

Teknik pertama yang umum digunakan oleh orang saat hendak pergi dengan membawa banyak barang, khususnya pakaian. Cara in sangat cocok diterapkan ketika banyak pakaian yang akan dibawa. Teknik rolling sendiri artinya menggulung pakaian agar ruang dalam koper atau tas bisa muat banyak. Keunggulan dari rolling adalah dapat mengisi setiap sudut dalam koper sampai menutup celah terkecil yang biasanya hanya dibiarkan begitu saja karena dianggap sudah tidak bisa dipakai menyimpan barang. Penataan pakaian yang sudah digulung pun jadi lebih fleksibel, misalnya kamu ingin menatanya secara berdiri atau rebah, sama-sama bisa diakali. Posisi ini nantinya akan memudahkan kamu saat mencari pakaian yang diinginkan, tidak perlu membongkarnya sampai bawah. Kelebihan lain dari mengepak teknik rolling juga berdampak pada minimalisir udara yang terjebak di antara kain, sehingga ketika dibawa koper atau tas tidak erasa membal. Bawaan jadi lebih ringkas serta selebihnya ruang kosong dapat dimanfaatkan sebagai tempat menaruh barang selanjutnya. Teknik rolling bisa kamu manfaatkan pada beberapa jenis pakaian, seperti pakaian dengan bahan ringan (contohnya katun dan jersey) atau pakaian olahraga yang menggunakan bahan sintetis tipis. Agar lebih mudah dan tidak berantakan, mungkin kamu bisa mengikat satu jenis pakaian yang sama, misal kelompok pakaian santai dibedakan dari pakaian olahraga. 
 

Source: pexels.com/Timur Weber

 

Teknik Folding untuk Kerapihan Pakaian tetap Terjaga

 

Selanjutnya, teknik packing yang bisa kamu pelajari agar kopermu tetap ringkas yaitu folding atau lipat. Teknik lipat jadi sesuatu yang klasik, diketahui oleh masyarakat sejak lama saat akan pergi membawa banyak pakaian. Walaupun memang tidak seringkas rolling, teknik folding mampu menjaga pakaian tetap rapih, terstruktur, dan tidak mudah goyah. Biasanya, teknik ini digunakan untuk membawa pakaian-pakaian formal, di antaranya kemeja, blazer, celana bahan, jas, dan sebagainya. Teknik rolling memang dapat diguakan agar tidak membuang ruang yang tersisa di dalam koper, tapi teknik folding sangat diperlukan jika kamu membutuhkan pakaian yang tetap estetik hingga di tiba di tujuan. Agar muat banyak, kamu bisa menerapkan beberapa langkah sederhana sebelum mengepak barang menggunakan teknik folding. Pertama, kelompokkan pakaian yang akan dibawa sesuai bahan atau jenisnya. Lalu, lipat secara rapi, sesuai garis pakaian. Untuk pakaian yang bisa dilipat kecil, sebaiknya dilakukan seperti itu. Berikutnya, tata secara bertahap dalam koper, pastikan antara sisi satu dengan sisi yang lain sejajar supaya bagian atas bisa dimanfaatkan sebagai tempat meletakkan barang lain. Ketika kamu bisa mengorganisir pakaian menggunakan teknik ini dengan baik, dijamin sampai lokasi baru, pakaian tetap rapi, estetik, serta tampak profesional. 
 

Teknik Wrapping untuk Klasifikasi Pakaian yang Lebih Solid
 

Menuju ke teknik packing yang ketiga, ada wrapping atau membungkus pakaian. Dalam menggunakan teknik ini, kamu bisa menggunakan benda tambahan, seperti pouch dan vacum atau hanya membungkusnya saja tidak masalah. Namun, jika kamu memilih membungkusnya saja, risiko udara masuk dan membal bisa terjadi. Teknik wrapping ini kerap digunakan untuk mengepak pakaian yang serupa, sejenis, maupun seukuran. Kamu bisa mengelompokkan jenis pakaian terlebih dahulu sebelum mulai membungkusnya. Cara tradisional, hanya dengan meletakkan pakaian secara mendatar dan tumpuk pakaian lain yang sudah dikategorikan sebelumnya. Lalu, lipat sampai ukurannya menjadi ringkas dan siap dimasukkan ke dalam koper. Satu tumpuk bisa berisi 3-5 pakaian, tergantung dari jenis pakaian yang kamu satukan. Beberapa orang memilih untuk memasukkan tumpukan pakaian itu dalam satu pouch yang sama, lalu mengerahkan alat vakum atau metode kompresi agar tampilannya lebih minim, tipis, serta ringkas. Cara mengepak seperti ini efektif dilakukan ketika bawaan yang kamu bawa cukup banyak. Walaupun ada kekurangan yang bisa saja terjadi, misalnya, kamu harus membongkar satu gulungan penuh untuk mencari sebuah pakaian dan mengembalikannya seperti semula. Memang ribet, tapi itu lebih baik daripada harus membongkar semuanya dan memilah satu per satu. 

 

Teknik Kombinasi untuk Memanfaatkan Seluruh Ruang

 

Merasa kalau kopermu akan diisi dengan berbagai jenis pakaian? Tidak perlu khawatir, karena tidak masalah untuk mengombinasikan tiga cara packing di atas menjadi satu. Saat kamu ternyata harus pergi selama berhari-hari atau berminggu-minggu, dengan membawa sejumlah setelan kerja, baju ganti, dan beberapa sepatu, pasti bisa dipastikan ahrus ada lebih dari satu koper yang dibawa. Sebab, barang-barang lain, seperti make up, elektronik, dan sebagainya tidak bisa diabaikan begitu saja. Untuk mengurangi kerepotan membawanya, kamu bisa pilih koper dengan ukuran besar. Kelompokkan pakaian-pakaian yang akan dibawa, contoh dari segi fungsi dan bentuk. Jika itu adalah kemeja atau pakaian formal, maka gunakanlah teknik folding dan masukkan ke dalam pouchdouble proteksi supaya tidak cepat kusut. Letakkan terlebih dahulu pakaian-pakaian ini untuk melihat seberapa ruang yang tersisa. Saat sudah siap, masukkan pakaian-pakaian santau yang ringan dengan teknik rolling. Kamu bisa menaruhnya di celah-celah koper yang terbuka atau sama membungkusnya dengan pouch. Pastikan permukaan koper yang sudah diisi pakaian tampak datar. Bila perlu, manfaatkan teknologi kompresi untuk keringkasan koper yang lebih optimal. Baru setelah itu, kamu bisa menaruh benda lain di atas pakaian, mulai dari sepatu, peralatan untuk mandi atau toiletries, handuk, skincare dan sebagainya. Khusus untuk elektronik, kalau bisa taruh di wadah terpisah supaya tidak tercampur, patah, dan terhindari dari kemungkinan kerusakan lain. 

 

Mengepak barang sebenarnya bisa jadi kegiatan yang menyebalkan sekaligus menyenangkan untuk dilakukan saat harus beranjak dari tempat tinggal. Kita dipaksa memutar otak dan berkreasi agar koper atau tas yang terbatas itu memuat banyak benda agar tidak kerepotan saat dibawa. Baik teknik rolling, folding, maupun wrapping bisa digunakan secara mandiri atau dikombinasikan agar hasilnya maksimal. Hal terpenting yang perlu dilakukan dalam proses packing adalah mengemasnya secara efektif dan efisien. Sesuaikan teknik packing dengan barang bawaan, jangan asal menatanya. 

 

Featured image: pexels.com/Timur Weber

Share Intelligence

Related Intelligence

Next Entry

Cara Merawat Pakaian agar Lebih Awet: Kebiasaan Sederhana yang Bisa Menghemat Pengeluaran

Next Entry

Jangan Keliru! Beberapa buah Ini Malah Cepat Busuk Jika Masuk Kulkas

Next Entry

Rahasia Dapur: Tips Mengolah Kemangi Agar Tetap Hijau Segar dan Aromanya 'Meledak' di Masakan